Kisah Inspiratif

Kisah Penebang Kayu

Ada sebuah kisah mengenai seorang penebang kayu. Awalnya, ia mampu menebang sepuluh pohon per hari. Namun, dari tahun ke tahun jumlah pohon yang berhasil ditebangnya semakin sedikit. Sampai akhirnya ia hanya dapat menebang sebatang pohon dalam sehari, itu pun dengan jerih payah maksimal. Suatu hari, ia bertemu dengan penebang kayu lainnya yang lebih tua daripada nya. Ia melihat penebang itu mampu menebang lebih dari 10 pohon dalam sehari. Penebang pohon tua itu menghampirinya dan bertanya heran karena melihat ia hanya mampu menebang satu pohon saja.

Penebang tua bertanya, “Mengapa kamu hanya dapat menebang satu pohon?”

Si Penebang menjawab, “Saya rasa ini karena faktor usia, tetapi saya heran Anda lebih tua dari saya, tetapi dapat menebang lebih dari sepuluh pohon per hari.”

Penebang tua bertanya lagi. “Apakah kamu selalu mengasah gergajimu?”

Si Penebang menjawab, “Aduh, mana sempat. Saya terlalu sibuk! Menebang satu pohon saja hampir tidak dapat saya selesaikan, apalagi kalau saya harus mengasah kapak?”

Penebang tua tertawa terbahak-bahak dan menjelaskan, “Jadi selama bertahun-tahun ini kamu tidak pernah mengasah kapak? Karena itulah kamu hanya dapat menebang satu pohon. Kamu menebang dengan kapak tumpul!”

Mengasah Kapak Pengetahuan

Kejadian ini sering kita lihat kepada kebanyakan orang dewasa, atau bahkan kita alami sendiri. Kesibukan rutinitas menjadi alasan utama untuk menutupi kemalasan untuk mengasah gergaji. Banyak orang yang tidak punya waktu untuk duduk diam dan berpikir untuk memeriksa perjalanannya. Mereka akan menjadi seperti cerita penebang kayu yang tidak pernah mengasah kapak pengetahuannya. Semakin lama kapak yang mereka miliki akan menjadi tumpul dan kepercayaan diri mereka akan semakin hilang dan mereka akan terus-menerus menyalahkan berbagai macam keadaan. Mereka akan semakin sibuk dan kecewa akan hasil yang ia dapatkan. Mereka berpikir belajar dan membuat rencana hanya membuang waktu sia-sia. Mereka hanya terus bekerja dan tidak mengasah kapak pengetahuan mereka dengan teratur.

Saya yakin dapat menjadi inspirasi, dan mari kita asah terus kapak pengetahuan kita.

Stay True,

 

 

 

Teru Egawa